Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati (born August 26, 1962) is an Indonesian economist. She has been recently appointed the Managing Director of the World Bank Group and resigned as Finance Minister of Indonesia in the Second United Indonesia Cabinet.

(Sri Mulyani -lahir 26 Agustus, 1962- adalah ahli ekonomi Indonesia. Dia baru-baru ini ditunjuk sebagai Managing Director di World Bank Group dan mengundurkan diri sebagai Menteri Keuangan Indonesia di Kabinet Indonesia Bersatu.)

As Indonesian finance minister from 2005 to 2010, Sri Mulyani is known as a tough reformist and has largely been credited with strengthening Indonesia’s economy, increasing investments and steering Southeast Asia’s largest economy through the 2007–2010 financial crisis.

(Sebagai Menteri Keuangan Indonesia dari tahun 2005 sampai tahun 2010, Sri Mulyani dikenal sebagai reformis tangguh dan dipuji sebagai penguat ekonomi di Indonesia, meningkatkan investasi dan pengatur Ekonomi terbesar se-Asia Tenggara melewati krisis keuangan pada tahun 2007-2010.)

EARLY LIFE

Sri Mulyani was born in Tanjung Karang (now called Bandar Lampung) in Lampung, Sumatra, on August 26, 1962. She is the seventh child of university lecturers Prof. Satmoko and Retno Sriningsih.

(Sri Mulyani lahir di Tanjung Karang (sekarang disebut Bandar Lampung) di Lampung, Sumatra, pada 26 Agustus 1962. Dia adalah anak ketujuh dari dosen universitas Prof Satmoko dan Retno Sriningsih)

Her name is of Javanese origin, with Sanskrit roots. Sri has the meaning of radiance, or diffusing light, and is common as both honorific and part of female names among Javanese. Mulyani comes from the word mulya which is used to describe the concept value, valuable. Indrawati come from Indra and feminine suffix -vati.

(Namanya asal Jawa, dengan akar Sansekerta. Sri memiliki arti cahaya, atau cahaya menyebar, dan umumnya disebut sebagai kehormatan dan bagian dari nama-nama perempuan Jawa. Mulyani berasal dari kata Mulya yang digunakan untuk menggambarkan konsep nilai, berharga. Indrawati berasal dari Indra dan akhiran feminin -Vati.)

She obtained her degree from Universitas Indonesia in 1986. Sri Mulyani received her master and doctorate in economics from the University of Illinois at Urbana-Champaign in 1992.

(Dia mendapatkan gelar sarjana dari Universitas Indonesia pada tahun 1986. Sri Mulyani memperoleh gelar master dan doktor di bidang ekonomi dari University of Illinois di Urbana-Champaign pada tahun 1992.)

In 2001, Mulyani left for Atlanta, Georgia, to serve as a consultant with the US Aid Agency (USAID) for programs to strengthen Indonesia’s autonomy. She also lectured on the Indonesian economy as visiting professor at the Andrew Young School of Policy Studies at the Georgia State University. She was an executive director of the International Monetary Fund representing 12 economies in Southeast Asia from 2002 to 2004.

(Pada tahun 2001, Sri Mulyani berangkat ke Atlanta, Georgia, sebagai konsultan untuk Badan Bantuan AS (USAID) untuk program memperkuat otonomi Indonesia. Dia juga mengajar pada the Indonesian Economu sebagai Profesor tamu/Dosen tamu di Andrew Young School of Policy Studies di Georgia State University. Dia adalah direktur eksekutif Dana Moneter Internasional yang mewakili 12 negara di Asia Tenggara dari 2002 sampai 2004.)

She is married to economist Tony Sumartono, with whom she has three children. She is a professional economist and has no political affiliation.

(Dia menikah dengan ekonom Tony Sumartono, dan memiliki tiga anak. Dia adalah seorang ekonom profesional dan tidak memiliki afiliasi politik.)

AS FINANCE MINISTER

Sri Mulyani was selected as Indonesian Finance Minister in 2005 by President Susilo Bambang Yudhoyono.

(Sri Mulyani dipilih sebagai Menteri Keuangan Indonesia pada tahun 2005 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.)

One of her first acts was to fire corrupt tax and custom officers in the departement. She successfully tackled corruption and initiated reforms in Indonesia’s tax and customs office, and enjoys a reputation for integrity. She also succeeded in increasing direct investment in Indonesia. In 2004, the year President Susilo Bambang Yudhoyono took office, Indonesia received $4.6 billion in foreign direct investment. The next year, it attracted $8.9 billion.

(Salah satu tindakan pertamanya adalah memberantas korupsi pajak dan petugas di departemen itu. Dia berhasil menangani reformasi korupsi dan memulai reformasi di pajak Indonesia dan kantor bea cukai, dan menikmati reputasi untuk integritas. Dia juga berhasil meningkatkan investasi langsung di Indonesia. Pada tahun 2004, di tahun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjabat, Indonesia menerima $ 4,6 miliar pada investasi asing langsung. Tahun berikutnya, ia menarik $ 8,9 milliar.)

In 2006, just one year after selected, she was named Euromoney Finance Minister of the Year by Euromoney magazine.

(Pada tahun 2006, hanya selang satu tahun setelah terpilih, dia dianugerahi Menteri Keuangan Euromoney tahun ini oleh majalah Euromoney)

During her tenure in 2007, Indonesia recorded 6.6% economic growth, its highest rate since the 1997 Asian financial crisis. However, growth is down in 2008 to 6% due to the global economic slowdown. In July 2008, Sri Mulyani Indrawati was inaugurated as the Coordinating Minister for the economy, replacing Boediono, who was to head the central bank.

(Selama masa jabatannya di tahun 2007, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 6,6%, tingkat tertinggi sejak krisis keuangan Asia tahun 1997. Namun, pertumbuhan turun pada tahun 2008 menjadi 6% akibat perlambatan ekonomi global. Pada bulan Juli 2008, Sri Mulyani Indrawati dilantik sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, menggantikan Boediono, yang adalah kepala bank sentral.)

In August 2008, Mulyani was ranked by Forbes Magazine as the 23rd most powerful woman in the world and the most powerful woman in Indonesia. During her tenure as Finance Minister, the country’s foreign exchange reserves reached an all-time high of $50 billion. She oversaw a reduction in public debt to about 30% of gross domestic product from 60%, making it easier for Indonesia to sell debt to foreign institutional investors.

(Pada bulan Agustus 2008, Sri Mulyani mendapatkan peringkat dari Majalah Forbes sebagai wanita ke 23 yang paling kuat di dunia dan wanita paling kuat di Indonesia. Selama masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan, pertukaran cadangan devisa negara mencapai tingkat tertinggi sebesar $ 50 milyar. Dia mengawasi pengurangan utang publik menjadi sekitar 30% dari produk domestik bruto dari 60%, membuat lebih mudah bagi Indonesia untuk menjual utang kepada investor institusi asing.)

She also revised incentive structures for civil servants in her ministry and began paying higher salaries to tax officials deemed to be “clean” so they would have less temptation to accept bribes.

(Dia juga merevisi struktur insentif bagi PNS dalam pelayanan dan mulai membayar gaji besar kepada pejabat pajak yang dianggap “bersih” sehingga mereka akan lebih sedikit godaan untuk menerima suap.)

In 2007 and 2008, Emerging Markets newspaper selected Sri Mulyani as Asia’s Finance Minister of The Year for two years in a row.

(Pada tahun 2007 dan 2008, koran Emerging Markets memilih Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan Asia of The Year selama dua tahun berturut-turut.)

After Susilo Bambang Yudhoyono was re-elected in 2009, she was re-appointed in her post of Finance Minister. In 2009 Indonesian economy grew up by 4.5% while many part of the world is in recession. Indonesia is one of just three major emerging economies to grow faster than 4 percent in 2009. The other two are China and India. Under her supervision, government has managed to increase the number of income taxpayers from 4.35 million individuals to nearly 16 million in the last five years, and tax receipts grew by around 20% each year to more than Rp 600 trillion in 2010.

(Setelah Susilo Bambang Yudhoyono terpilih kembali di tahun 2009, Sri Mulyani kembali diangkat dalam bidangnya Menteri Keuangan. Pada tahun 2009 perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 4,5% sedangkan banyak bagian dunia lain dalam resesi. Indonesia adalah salah satu dari tiga negara berkembang yang pertumbuhan ekonominya lebih cepat dari 4 persen pada 2009. Dua lainnya adalah Cina dan India. Di bawah pengawasan dia, pemerintah telah berhasil meningkatkan jumlah wajib pajak penghasilan antara 4,35 juta orang menjadi hampir 16 juta dalam lima tahun terakhir, dan penerimaan pajak tumbuh sekitar 20% setiap tahun untuk lebih dari Rp 600 triliun pada tahun 2010.)

MOVE TO THE WORLD BANK

On May 5, 2010 Mulyani was appointed as one of three Managing Directors of the World Bank Group. She will replace Juan Jose Daboub, who will complete his four-year term June 30, overseeing 74 nations in Latin America, Caribbean, East Asia and Pacific, Middle East and North Africa.

(Pada tanggal 5 Mei 2010, Sri Mulyani diangkat sebagai salah satu dari tiga Managing Director dari Grup Bank Dunia. Dia akan menggantikan Juan Jose Daboub, yang akan menyelesaikan masa jabatan empat tahun pada tanggal 30 Juni untuk mengawasi 74 negara di Amerika Latin, Karibia, Asia Timur dan Pasifik, Timur Tengah dan Afrika Utara.)

Her resignation was viewed negatively and caused financial turmoil in Indonesia, with stock exchange closed down 3.8% after the news, amid a broad sell off in Asia, and the Indonesian rupiah fell nearly 1% against the dollar. Drop in Indonesian stock exchange is the sharpest in 17 months. The move has been called as “Indonesia’s loss, and the World’s gain”.

(Pengunduran dirinya dipandang negatif dan menyebabkan kekacauan keuangan di Indonesia, dengan bursa saham ditutup turun 3,8% setelah berita itu, dan rupiah Indonesia turun hampir 1% terhadap dolar. Drop di bursa Indonesia merupakan yang paling tajam dalam 17 bulan. Langkah ini telah disebut sebagai kerugian Indonesia, dan keuntungan di Dunia“.)

There are widespread speculations that her resignation is due to political pressure, especially from powerful tycoon and chairman of Golkar Party, Aburizal Bakrie. Bakrie is known to have enmity toward Mulyani due to her investigation on massive tax fraud in Bakrie Group, her refusal to prop up Bakrie’s coal interests with government funds, and her refusal to state that Sidoarjo mud flow, which was caused by drilling of Bakrie’s company, was a “natural disaster”.

(Ada spekulasi luas bahwa pengunduran dirinya adalah karena tekanan politik, terutama dari topan kuat dan ketua Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Bakrie dikenal memiliki permusuhan terhadap Mulyani karena penyidikan di atas penggelapan pajak besar-besaran di Grup Bakrie, penolakannya untuk menopang kepentingan batubara Bakrie dengan dana pemerintah, dan penolakannya untuk menyatakan bahwa Banjir Lumpur Sidoarjo, yang disebabkan oleh pengeboran perusahaan Bakrie , adalah bencana alam“.)

Mulyani is also known to have many enemies among legislature -considered Indonesia’s most corrupt institution by the Transparency International Indonesia, due to her reformist stance. The Legislature, spearheaded by Golkar Party, has been harassing Mulyani with allegation on crime with bailout of medium scale Bank Century in 2008. Critics of the bailout claim it was done without legal authority and without proving a capital injection was needed to prevent a run on other banks. Sri Mulyani has defended the bailout as necessary given the uncertainties in the global economy at the time and denied any wrongdoing.

(Mulyani juga dikenal memiliki banyak musuh di antara lembaga legislatif Indonesia, dianggap paling korup oleh Transparency International Indonesia, karena sikap reformis nya. Legislatif, dipelopori oleh Partai Golkar, telah melecehkan Mulyani dengan tuduhan kejahatan dengan skala menengah bailout Bank Century pada tahun 2008. Kritik klaim bailout itu dilakukan tanpa wewenang hukum dan tanpa membuktikan suntikan modal yang dibutuhkan untuk mencegah efeknya pada bank lain. Sri Mulyani telah membela bailout diperlukan mengingat ketidakpastian ekonomi global pada saat itu dan membantah melakukan kesalahan.)

However, she won many supports from ordinary Indonesians who appreciate her reformist actions, include me, as evidenced with sharp rise in Twitter trend following her resignation. She was fourth most talked about topics on Twitter on May 5 in the world, ahead of pop star Justin Bieber.

(Namun, dia memenangkan banyak dukungan dari rakyat Indonesia yang menghargai tindakan reformis nya, termasuk saya, yang ditandai dengan peningkatan tajam dalam tren Twitter berikut pengunduran dirinya. Dia berada di urutan keempat topik terpopuler se-dunia yang paling banyak dibicarakan di Twitter pada tanggal 5 Mei, mengalahkan bintang pop Justin Bieber.)

On May 20, President Susilo Bambang Yudhoyono named as her replacement Agus Martowardojo, CEO of Bank Mandiri, the largest bank in Indonesia.

(Pada tanggal 20 Mei Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan pengganti Sri Mulyani adalah Agus Martowardojo, CEO Bank Mandiri, bank terbesar di Indonesia.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s