Mengatasi rasa sakit telinga ketika berada di dalam pesawat

Pernah mengalami sakit telinga ketika naik pesawat? Saya mengalaminya. Saat Take Off dan Landing saya merasakan sakit yang luarbiasa pada gendang telinga saya. Tidak hanya itu, selama pesawat mengudara pun telinga saya rasanya seperti disumpal oleh sesuatu sehingga saya kesulitan mendengar suara apapun dalam kabin.

Berdasarkan pengalaman selama saya naik pesawat, berkali-kali saya mengalami rasa seperti ‘berselaput’ di telinga saya. Biasanya saya berusaha menguap atau melakukan gerakan mengunyah untuk menyeimbangkan tekanan udara di telinga dalam dan telinga luar. Tapi terkadang tetap tidak berhasil, tidak terdengar bunyi ‘pop’ sehingga membuat telinga saya lega. Kejadian ini saya alami tidak hanya ketika berada di dalam pesawat saja, tetapi juga ketika berada di dalam kendaraan yang sedang melalui jalur pegunungan. Dan bahkan ketika berada di dalam lift!

Telinga saya memang termasuk sensitif ketika berada ditempat-tempat tinggi. Menurut para ahli, hal ini disebabkan karena adanya tekanan yang tidak sama antara kedua gendang telinga. “Rasa sakit ini bila dibiarkan dapat memecahkan gendang telinga. Tak main main, dampaknya bisa tuli,” ungkap dr. Roestiniadi Djako Soemantri SpTHT, spesialis THT RSU dr Soetomo Surabaya.

Pada telinga manusia terdapat ruang kecil ditelinga bagian tengah dan dibelakang gendang telinga yang biasanya diisi oleh udara. Ruang udara ini akan terhubung ke bagian belakang hidung melalui saluran kecil yang disebut ‘tabung Eustachian’. Udara di kedua sisi gendang telinga ini harus berada pada tekanan yang sama sehingga menciptakan lingkungan yang baik untuk mendengar. Jika keseimbangan ini terganggu maka akan mengalami masalah telinga. Saat di pesawat, tuba eustachius tidak bisa membuka dengan sempurna akibat tekanan di luar tubuh terlalu besar. Tekanan yang terlalu besar diluar tubuh ini biasanya dialami ketika berada di tempat-tempat tinggi.

Berikut ini saran saya untuk temen-temen yang sering mengalami hal yang sama dengan saya, terutama ketika naik pesawat, karena diantara pengalaman-pengalaman ‘telinga berselaput’ diatas, pengalaman ketika didalam pesawat lah yang paling menyengsarakan.

  1. Jika sedang mengalami alergi atau infeksi saluran pernapasan atas, sebaiknya mintalah rekomendasi dari dokter untuk mengkonsumsi obat decongestan. Konsumsi obat ini 45 menit sebelum pesawat lepas landas sehingga memberikan waktu bagi obat untuk bekerja.
  2. Bawalah sebungkus permen karet dan mengunyahnya selama pesawat lepas landas ataupun mendarat atau dengan melakukan mekanisme menelan misalnya, minum, makan, makan permen. Hal ini akan membantu menjaga tabung eustachian tetap terbuka dan membantu menormalkan tekanan disekitar gendang telinga.
  3. Jika tidak ada permen karet, bisa dengan cara menutup hidung dan mulut dengan tangan, lalu cobalah untuk meniup udara keluar dari hidung tanpa melepaskan tangan yang menutup hidung.
  4. Jika penerbangan jarak jauh, pastikan untuk bangun dari tidur sebelum pesawat mendarat, karena tabung eustachian tidak akan efektif terbuka selama tidur.
  5. Usahakan untuk menghindari penerbangan ketika terserang flu, karena akan memudahkan penyumbatan di tabung eustachian dan membuat penderita sulit bernafas.
About these ads

One thought on “Mengatasi rasa sakit telinga ketika berada di dalam pesawat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s